Yap, akhirnya aku pun milih hari ini. Pilihanku pasangan Gede Winasa – Alit Putra. Ini sebagai bagian dari keterbukaan. Kenapa juga harus malu-malu dengan pilihan kita. Toh, tiap pilihan selalu ada risikonya. Begitu juga dengan Pilgub Bali kali ini.
Pilihanku sebenarnya antara Winasa dan Pastika. Sebab kalau CBS sudah jelas tidak jelas programnya. Dalam beberapa kali debat, aku tidak pernah nemu hal menarik dari apa yang disampaikan CBS – Suweta.
Kenapa kemudian Winasa, bukan Pastika? Karena Winasa sudah terbukti di Jembrana. Aku sendiri beberapa kali liputan ke sana dan melihat bagaimana kemajuan Jembrana, daerah paling miskin di Bali, setelah dipimpin Winasa. Jadi, biarkan Winasa melakukan hal yang sama di Bali.
Alasan lainnya agak melankolis. Mungkin karena aku kasihan lihat Winasa dikuyo-kuyo Bali Post. Apalagi dia sampai disudutkan dengan isu agama oleh banyak orang. Masak hari gini masih saja ada ribut-ribut soal agama orang.
Tapi dari awal aku agak yakin Pastika akan menang. Ketika taruhan dengan Bunda tentang siapa yang akan menang di Pilgub ini, aku pilih Pastika. Bunda pilih CBS. Eh, ternyata benar. Pastika menang.
Menurut quick count hasil Pilgub Bali oleh LSI, Pastika dapat suara 54,94 persen. CBS dapat 26,05 persen suara. Sedangkan Winasa 19,01 persen suara. Pilihanku kalah. Malah hanya dapat suara terkecil.
Tapi itulah risiko yang memang harus diambil. Menang kalah tidak masalah. Yang penting sudah ikut serta memberikan suara. Kenapa harus takut besuara dan menentukan sikap?
Begitu juga dengan sikap untuk memilih, bukan Golput. Sah-sah saja apriori dengan proses yang terjadi. Tapi tidak memilih toh hanya sikap lain dari memenangkan yang kita anggap tidak benar.
Lagian, mau lari ke mana juga kita tidak bisa lari dari politik. Tarif internet per jam diatur oleh negara. Berapa harga bensin diatur oleh penguasa. Lalu kita lari ke mana?
Maka, bagiku, mending tentukan pilihan saja. Kalau ternyata pilihan itu menang, paling tidak kita punya saham atas itu. Sehingga kita bisa menuntut padanya. Tapi kalau pilihan kita kalah, ya itu tadi, inilah risiko yang harus diambil. Sebab kita toh memang tidak akan pernah bisa lari risiko itu.
















21 responses so far ↓
1
devari
// Jul 10, 2008 at 1:13 am
saya klo di Bali pilih Pastika
2
kaka kiyud
// Jul 10, 2008 at 8:43 am
hihihiy sama kalo gitu mas….sayang aku ndak punya hak pilih, padahal kan pengen banged, sekali kali kelingkingna item item jelek gitu…
3
wira
// Jul 10, 2008 at 11:25 am
terus terang, bagi saya ini adalah memilih yg terbaik diantara yg terjelek karena sampai saat ini politik tetap saja tidak memihak rakyat, tapi memihak golongan bahkan kadang pribadi. tapi benar kata pak anton, kita memang harus memilih dan apapun hasilnya, semoga Bali menuju ke arah yg lebih baik
4
aRya
// Jul 10, 2008 at 11:39 am
saya juga kalah taruhan
hiks….
5
made eka
// Jul 10, 2008 at 1:44 pm
waktu saya nonton debat Pilgub di Metro, kok yang terbaik adalah Winasa-Alit Putra. Pasangan CBS dab Pastika ngawur jawabannya.. Nah beginilah wajah politik kita. Masih belum melihat kegunaan debat. Masih melihat latar belakang golongan. Klo di Amerika, dari debat aja bisa kelihatan sapa akan jadi pemenang (klo debatnya timpang kayang yang di Metro kemaren). Tapi saat inimungkin kita masih belajar tentang politik. Suatu saat setelah belajar, kita bisa mendapatkan pemimpin yang terbaik diantara yang tebaik. Semoga..
salam
6
imcw
// Jul 10, 2008 at 3:45 pm
Dulu saya termasuk orang yang simpati dengan Winasa dengan berbagai program yang dijalankannya. Simpati saya hilang begitu membaca tentang penculikan wartawan Bali Post, KTP Winasa dan Istrinya bisa beda, kesan sombong dan arogan setiap kali wawancara di teve, tampil di Jimbarwana TV saban hari sampai saya kebosanan, dll.
7
Anas
// Jul 10, 2008 at 4:08 pm
Yang sportif ya, jangan kayak yang di makasar bentrok disana-sini
8
brillie
// Jul 10, 2008 at 7:00 pm
Hello..
gw cuma mau ngasi tau, ada birthday-contest dari Pink! Hadianya free hosting & domain! Lumayan kan.. cukup lah untuk blog baru. Syaratnya juga gampang, salah satunya punya blog. Keterangan lebih lanjut silahkan lihat blog gw http://www.movie-holic.net atau http://gamemini.blogspot.com Ada small banner di situ. Oke, thanks..
9
accang
// Jul 10, 2008 at 7:44 pm
akhirnya pastika hampir dipastikan menang. PDIP berjaya di Bali. Masyarakat kan umumnya masih melihat figur bukan program.
10
panmuntig
// Jul 11, 2008 at 2:17 pm
Siapa yang Menang siapa yang kalah, PATUH DOGEN. Yang pegang cetok tetap pegang cetok.
11
ick
// Jul 11, 2008 at 2:42 pm
kemenangan saat ini adalah kemenangan rakyat bali pada umumnya….
12
pandebaik
// Jul 11, 2008 at 3:35 pm
siapapun yang menang, seperti kata Pak Winasa, masyarakat kita memang blom bisa dewasa dalam berpolitik…
13
nuarta
// Jul 12, 2008 at 12:21 am
http://pastika.wordpress.com
MASYARAKAT BALI SUDAH BERADA PADA JALAN YANG BENAR
TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI DAN DUKUNGAN MASYARAKAT BALI UNTUK MEMILIH MANGKU PASTIKA DAN PUSPAYOGA SEBAGAI GUBERNUR BALI PERIODE 2008-2013
14
artana
// Jul 12, 2008 at 3:06 am
Semoga semua janjinya adalah “asli”…….ngggak palsu!
Kita tunggu buktinya!
15
Gelandangan
// Jul 13, 2008 at 6:07 pm
wahh lagi PILKADA nih Bli Anton selamat memilih aja yah Bli klo saya sih Apapun orangnya dan partainya mending GOLPUT aja deh sy akan memilih klo Korupsi dah ilang
Bagaiman Bli Anging Mamiri dari makassar masih kerasa yah sampai sekarang
16
dipoetraz
// Jul 14, 2008 at 10:37 am
semoga yang duet terpilih mampu membawa Bali menjadi lebih baik, dengan pengalamannya yang paling banyak baik nasional maupun internasional daripada kandidat yang lain, tidak ada kalah menang semua calon mempunyai tujuan yang sama, mari bersinergi mewujudkan Bali MANDARA !
Bali yang Agung, Besar dan Bertaksu, Selamat datang Bali MANDARA, The Great Bali….
17
antonemus
// Jul 14, 2008 at 2:48 pm
@ devari: kalo bli made di bali, saya pasti pilih devari.
@ kaka kiyud: kalo gitu kelingkingnya pake ngupil aja. kan sama2 kotor dan bau. wahahaha…
@ wira: amin, pak dosen. semoga bali akan lebih baik lg setelah ini.
@ arya: waduh. kasian.
@ made eka: tp untung yg terpilih pastika, bli. kalo CBS yg jadi, waah, aku jg agak ngeri. krn konsep saja dia acak adut.
@ imcw: ya, bli. kurang ajarnya winasa di situ. krn dia pernah nyiduk wartawan. tp pastika jg pernah kaya gitu kok. bedanya, winasa dihajar habis sama bali post. kalo pastika tidak.
@ anas: ya, mas. sampe sekarang semua sportif. kalo begini semua di indonesia kan enak. tidak capek2 berantem gara2 pilihan berbeda.
@ brillie: thx infonya.
@ accang: kemenangan semuanya, mas.
@ panmuntig: makanya ayo kita jaga. kita tuntut semua janjinya. kalo trnyata tidak bisa, ayo kita gulingkan bersama.
@ ick: sajan, bli.
@ pandebaik: lho, kok blm dewasa, bli. bukannya semua sudah dewasa krn sudah bs milih dan saling menghargai itu. tidak ada yg ribut2 lg setelah ini.
@ nuarta: selamat, bli. jagoannya menang.
@ artana: yoih. ayo kita jaga rame2.
@ gelandangan: wah, kali ini saya berbeda pikiran mas. bagi saya lebih baik memilih, meski kalah, daripada hanya sibuk mencari kesalahan orang.
@ dipoetraz: selamaaaat krn jagoannya menang. ditunggu makan2nya.
18
komang
// Jul 15, 2008 at 5:07 am
haa….ha..semoga yang ga nentuin pilihan bukan orang pengecut ya (termasuk aku). dan juga bukan orang yang sibuk mencari kesalahan, karena aku legowo, mendukung siapa pun yang menang..hik…hik. btw, taruhannya apa neh mas, atau ..dapat tambahan berapa ronde (eitttt sensor!). kalau itu ga perlu taruhan ya…
19
blad
// Jul 18, 2008 at 4:55 pm
yang pasti jagoan ibu dan ajunk saya kalah… hehehe….
20
antonemus
// Jul 21, 2008 at 10:56 am
@ komang: daripada cuma ngedumel, mang. mending pilih saja. bukan soal kalah menang. tp bagaimana berani ngambil pilihan.
@ blad: horeee. dian menang.. kpn makan2? :p
21 3 Post Dalam Sehari « Blog Mirror // Aug 11, 2008 at 10:51 am
[...] hal-hal yang mirip upline dan downline. Postingan ini memang agak tertutup, setidaknya itu menurut pak anton yang pernah ngasi komentar di ym pada saya beberapa waktu [...]
Leave a Comment