Rumah Tulisan header image 2

Jangan Baca Berita dengan Tanda (*)

April 4th, 2008 · 20 Comments

jangan-baca-1.jpg

Gerakan ini didedikasikan untuk pembaca surat kabar yang telah dibodohi karena membaca tulisan pesanan. Perhatikan tiap berita yang mencoba memanipulasi pembaca dengan menyertakan tanda bintang (*) di akhir artikel.

Makin banyak media yang berani menurunkan berita pesanan (yang bisa dibeli) tanpa memberi tanda bahwa itu advertorial atau berita iklan. Bahkan, berita itu tidak biberi garis api-tanda tegas untuk membedakan iklan dan berita.

Tragisnya lagi, berita tanda bintang makin merajalela, tak lagi malu-malu. Berita iklan kini di halaman depan alias headline!

Maka dari itu, demi manusia yang makin tengik, bumi yang makin terbakar dengan gombal dan narsis yang tak beradab, sudahilah membaca artikel tanda bintang. Kalau perlu, jangan beli korannya.

Sumber: Luh De Suriyani 

Tags: Bali · Jurnalisme

20 responses so far ↓

  • 1 artana // Apr 4, 2008 at 11:56 am

    Kayaknya tulisan bli tentang koran-koranan bakal nyambung lagi ya….he.he
    tapi memang benar, media sekarang terlalu mementingkan profit sehingga” iklan” pun digunakan Headline…

    Reply

  • 2 erickningrat // Apr 4, 2008 at 12:11 pm

    saia awam tentang kode etik jurnalistik
    apakah itu melanggar bli ?
    media mainstrean mah dari dulu begitu.
    profit oriented miskin educated aktif!

    Reply

  • 3 wira // Apr 4, 2008 at 12:26 pm

    SETUJU..!!

    Pak, bagaimana tentang berita olahraga di salah satu koran terbesar di Bali yang yang mengkopi paste berita di internet begitu saja. Kayaknya melanggar etika deh..

    Reply

  • 4 widi // Apr 4, 2008 at 12:44 pm

    mendingan langgan koneksi internet daripada langganan koran…

    Reply

  • 5 dipoetraz // Apr 4, 2008 at 1:01 pm

    aku punya berita koran tanpa bintang…
    tapi di blogku… :D

    Reply

  • 6 Weird Wild Warm » makanya kalo tidur pakaian harus lengkap // Apr 4, 2008 at 1:05 pm

    [...] Silahakan dibaca sendiri… yang jelas berita ini tanpa (*), seperti yang harus kita hindari membacanya seperti tertulis disini dan disini. [...]

  • 7 ick // Apr 4, 2008 at 2:13 pm

    demi uang dan penambahan jumlah oplah koran tiap harinya, segala hal bisa di halalkan.

    bagaimana media penerangan milik kita ini ke depannya?

    Reply

  • 8 isoul // Apr 4, 2008 at 3:16 pm

    yap. kita beli sampah setiap hari. Bukan bagaimana ini penipuan. Seseorang yang tidak layak masuk berita bisa beli berita hari ini dan tampangnya nongol.

    keadilan berita untuk siapa saja

    Reply

  • 9 Nyoman Ribeka // Apr 4, 2008 at 3:20 pm

    xixixixixi … gara - gara baca tulisan bli anton yang dulu itu, saya selalu scroll ke bawah buat liat bintang ini kalo mau baca berita di balipost hahahaha :)

    Reply

  • 10 paramarta // Apr 4, 2008 at 9:45 pm

    nampaknnya kita sebagai pembaca mulai lebih teliti lagi ya,biar bisa membedakan gitu..

    kenapa hari gini semakin sulit saja ?

    Reply

  • 11 devari // Apr 4, 2008 at 10:29 pm

    ikut pasang satu ya :)

    Reply

  • 12 ady gondronk // Apr 5, 2008 at 2:00 pm

    Tapi saya perlu beli korannya bos…!!
    buat bersihin kaca…..wuekekek… :lol:
    (hari ghini bersihin kaca pake koran…???)

    Reply

  • 13 imsuryawan // Apr 5, 2008 at 8:06 pm

    ooo gitu ya bli? untung ga langganan koran.. :D

    Reply

  • 14 antonemus // Apr 7, 2008 at 11:17 am

    @ artana: sebenarnya tidak dilarang cari profit. asal jujur aja sih. bukan dg menipu pembaca koran.

    @ erickningrat: iklan itu wajib. kalau tanpa iklan, media tdk akan hidup. tapi haram hukumnya bagi media utk menacmpuradukkan berita dg iklan. harus ada batas yg jelas. kalo tidak, itu penipuan pd pembaca.

    @ wira: kalau ambil berita dr internet sih boleh saja, pak dosen. selama ada keterangan di sana dari mana berita itu diambil.

    @ widi: bener, mbok. makanya aku skr satu aja langganan media yg bs kami percaya, Kompas.

    @ dipoetraz: yg soal selangkangan itu ya? :D

    @ ick: mari percaya blog saja. gratis bacanya. :D

    @ isoul: betul, pi. hajar terus. :D

    @ nyoman ribeka: aha, brarti pembaca media yg bagus. :D

    @ paramarta: gampang kok, bli. tidak usah baca saja. :D

    @ devari: silaken, bli.

    @ ady gondronk: bukannya pake tidur.

    @ imsuryawan: yoi. bener2 beruntung tuh. ;)

    Reply

  • 15 adn // Apr 8, 2008 at 10:33 am

    numpang ne bli!
    @artana: soal copy mengcopy berita internet, wah kayaknya anda ga baca keseluruhan ya. lihat aja sumbernya, yang paling sering sportinglife, channel 4, autosport, goal (buka yang versi Inggris), semuanya dalam bahasa inggris. jadi kita juga kerja nerjemahin, bukan copy paste.

    kompas, jawapos juga sering pakai sumber itu. cuma bedanya tidak ada embel-embel /net di belakang nama pembuatnya. mereka hanya tulis sumbernya. bahkan jawa pos nyaris setiap hari. kapan-kapan, ada baiknya bapak buka sportinglife.com, goal.com, channel 4, biar jelas pak ya!

    he..he.. kok kesannya sewot, ga kok. cuman meluruskan.

    soal berita berlabel * (kami menyebutnya bintang kejora), wah no comment! kalau mau mengutuk, kutuk sajalah pimpinannya. yang dibawah ga tahu apa-apa. itu urusan big bos “babe” yang lagaknya sudah kaya menteri itu. disini ada istilah, ga perlu idealis, yang penting realistis. semua karyawan dari tukang kebun hingga redaktur punya prinsip: SDM (selamatkan diri masing-masing). big bos itu tidak hanya tengik, tapi juga rakus!

    Reply

  • 16 adn // Apr 8, 2008 at 10:58 am

    @artana, sory, tadi harusnya @Wira. sorry dorry, mossy. hee…. (udah salah nyolot pula)

    Reply

  • 17 Wibisono Sastrodiwiryo // Apr 8, 2008 at 4:39 pm

    Apakah ini berlaku untuk semua koran? maksudnya makna tanda bintang itu sama untuk semua koran? kalau tidak maka mesti dijelaskan tanda itu hanya untuk BP, kalao tidak nanti takutnya koran lain pake tanda yang sama tapi maksudnya berbeda.

    Reply

  • 18 pekak belog // Apr 12, 2008 at 1:23 pm

    lho bukannya balipost yang bikin semua menjadi ada..semua berawal dari balipost. ya namanya juga cari makan.kan juga marketing.walau bayar tapi kalau beritanya tidak benar ya tidak dimuat dan uangnya dikembalikan.kok repot.nah sekarang pada sanggup bayar nggak? hidup balipost!


    aih, aih, aih. tambah satu lagi orang bernama belog. ;)

    jadi begini, kak. tiang niki ten anti iklan ring bali post. tiang cuma minta agar iklan tidak dicampuradukkan dg berita. itu ga bener. kalau mmg iklan ya katakan iklan. dan memang itu harus bayar. tp kalau berita ya tidak usah bayar. itu namanya penipuan trhadap publik. kenten, kak belog.

    eh, ada salam dr pan belog. ;))

    Reply

  • 19 dani // Apr 26, 2008 at 1:15 pm

    ada semacam notifikasi, disclaimer, advertorial policy gitu ngga ya..lama dah gak baca koran nok..

    Reply

  • 20 imsuryawan.net: Web Log of I Made Suryawan » Tanda Bintang Itu Bikin Saya Muak! // Jun 11, 2008 at 6:58 pm

    [...] Sebenarnya saya ingin nulis ini dari minggu lalu sih, tapi baru kesampaian hari ini! Ternyata setelah saya perhatikan (hitung maksudnya), ternyata banyak sekali beredar tanda-tanda bintang di koran-koran. Tanda bintang apakah itu? Coba deh baca di blognya ibu dan ayah ini! [...]

Leave a Comment