Rumah Tulisan header image 2

Bani Sang Juru Kunci

December 2nd, 2008 · 16 Comments

Jaket sudah kupakai. Tas sudah di punggung. Aku siap berangkat kerja pagi ini. Tapi pas aku cari-cari kunci motor ternyata tidak ada. Padahal aku ingat terakhir kali kunci itu ada di dapur, di tempat biasa.

Aku lalu mencarinya di semua tempat yang mungkin ada. Meja makan yang merangkap meja kerja di ruang depan. Dinding tempat biasa menggantung kunci. Bupet kecil di kamar utama. Meja kecil di kamar itu juga. Lemari. Saku celana. Saku jaket. Tapi nihil. Kunci itu tidak ada di sana.

Bunda, yang lagi mandiin Bani, hanya tersenyum nyindir padaku. Soale memang sudah terlalu sering aku kehilangan kunci seperti ini. Biasanya tidak ada di tempat biasa seperti meja dan gantungan, tapi ada di tempat lain. Ini beda. Aku sudah mencarinya ke semua tempat, bahkan sampai nungging melihat kolong bawah kulkas karena bisa jadi kunci itu jatuh lalu tertendang sampai sana, ternyata tetap tidak ada.

Aku agak putus asa pagi itu. Soale niat berangkat pagi harus tertunda gara-gara kunci. Sampai Bunda selesai mandiin Bani, aku masih cari-cari kunci itu.

Begitu selesai dimandiin, Bani langsung nyaut ke aku, “Unci, unci..”

“Ya, Bani. Ayah lagi cari kunci. Bani lihat gak?” kataku.

Eh, Bani yang masih melalung alias tanpa baju karena abis mandi itu langsung keluar rumah. Dia ke perpustakaan di depan dapur, yang memang sekaligus jadi tempat belajar dan bermain anak-anak gang termasuk Bani. Dia masuk lalu ambil sesuatu yang menempel di lubang kunci pintu. Itu kunci motorku..

Bani anakku yang membawa kunci itu ke sana kemarin sore. Dan dia masih mengingatnya. Ah, anakku. Tak hanya makin pinter, dia kini bertambah profesi, jadi juru kunci. :D

Tags: Daily Life · Keluarga

16 responses so far ↓

  • 1 banirissetNo Gravatar // Dec 2, 2008 at 6:46 pm

    waahh namanya sama bani juga ni… ta kirain ceritain aq..

    salam kenal sob :)

    [Reply]

    antonemusNo Gravatar Reply:

    salam kenal balik, bani. :)

    [Reply]

  • 2 RahajiNo Gravatar // Dec 2, 2008 at 9:40 pm

    bani the next superhero……
    senangnya yang punya buah hati :)

    [Reply]

    antonemusNo Gravatar Reply:

    ayo dong, om. segera menyusul bikin buah hati. :p

    [Reply]

  • 3 sherlyNo Gravatar // Dec 3, 2008 at 12:16 am

    Wekekekeke… Pinter si Bani, ingetannya kuat :D

    [Reply]

    antonemusNo Gravatar Reply:

    menurutku sih memang begitu. hehe. soale udah dari kemarin sore, eh dia masih inget.

    trus kapan bani punya adik nih? :)

    [Reply]

  • 4 ArthaNo Gravatar // Dec 3, 2008 at 1:38 am

    we kekekeke
    makin pinter aja adik bani ikti jejak bapa ama ibu yach nak

    [Reply]

    antonemusNo Gravatar Reply:

    makasih pujiannya, om. :)

    [Reply]

  • 5 ickNo Gravatar // Dec 3, 2008 at 9:36 am

    he..he… jadi kuncen nieh si bani..awas di exploitasi kamu nak oleh ayahmu… :lol:

    [Reply]

    antonemusNo Gravatar Reply:

    kalo dieksploitasi dia pasti demo. :D

    [Reply]

  • 6 wiraNo Gravatar // Dec 3, 2008 at 12:24 pm

    bani : “papa tambah pikun aja nih”

    [Reply]

  • 7 didutNo Gravatar // Dec 3, 2008 at 3:47 pm

    (ngakak)

    [Reply]

  • 8 YanuarNo Gravatar // Dec 3, 2008 at 5:17 pm

    wahh.. bani makin pinter.

    *ucel-ucel bani*

    [Reply]

  • 9 pande baik dan putri kecilnyaNo Gravatar // Dec 5, 2008 at 9:05 pm

    wah, senangnya ternyata Om AnTon gak melupakan cerita tentang BLi Bani. Kirain masih kecanduan bikin posting serius plus english pula. ha….

    [Reply]

  • 10 TumikNo Gravatar // Dec 6, 2008 at 8:21 am

    Au Au Bani..

    [Reply]

  • 11 kaka kiyudhNo Gravatar // Dec 9, 2008 at 6:00 pm

    uh! bani mengecewakan…ngapain pakek kasih tau ayah dimana kuncinya siiy?!? kurang nakal, gak dramatis :|

    *siulsiul*

    [Reply]

Leave a Comment